KNPI SULUT gelar Diskusi Publik Bertajuk : “Benarkah BNI Merugikan Bank SulutGo

TEMPOSULUT.COM- Bank SulutGo adalah kebanggaan masyarakat Sulawesi Utara dan sudah menjadi kewajiban bagi warga Sulawesi Utara untuk menjaga kehormatan dari Bank SulutGo itu sendiri.

Kisruh yang menyeruak beberapa waktu belakangan ini ternyata menjadi perhatian dari Ketua KNPI Sulut Jackson Kumaat.

Terungkap dari pernyataan beliau saat diskusi publik terkait kisruh berpindahnya RKUD Kabupaten Bolmong dari BSG ke BNI 46, KNPI ternyata hampir turun ke jalan sekaligus menyambangi BNI terkait hal tersebut.
“Kami pernah melakukan hal tersebut dua kali ke PLN dan hasilnya GM PLN di ganti, “hampir saj kami lakukan itu ke BNI, “ujar Jacko sapaan akrabnya.

Dikatakan oleh Jackson Kumaat KNPI sangat memberikan perhatian besar kepada Bank Sulutgo (BSG) sebagai BUMD milik Provinsi Sulawesi Utara dan Gorontalo.

Pemindahan Rekening Kas Umum Daerah (RKUD) oleh Pemda ke bank BUMN menurut Jackson Kumaat tidak memengaruhi signifikan kondisi Bank Sulutgo.

“Mengutip pernyataan pak Dirut Jeffry Dendeng RKUD yang mengendap di BSG hanya 30 sampai 40 miliar. RKUD pindah hanya untungnya berkurang. Kondisi BSG sekarang sangat sehat,” tutur Jackson Kumaat ketika menjadi pembicara pada diskusi publik di sekretariat KNPI Sulut di Sario, Selasa (19/2/2019) sore, dengan tema ‘Benarkah BNI Merugikan Bank Sulutgo?’

Lanjut Ketua Partai Hanura Sulut ini, kondisi sehat Bank Sulutgo juga dibuktikan CAR hampir 17 persen, modal disetor Rp.1,4 Triliun, dana pihak ketiga Rp.11 Triliun dan NPL hanya 2,5 persen.

“Bahkan dana cadangan di atas 100 persen. Tidak ada indikator BSG akan kolaps. Isu yang berkembang lebih besar politiknya. Besok (Rabu) KNPI akan buka 50 rekening di BSG,” ujarnya.

Diskusi menghadirkan narasumber akademisi Karel Nayoan, Taufik Tumbelaka dari Tumbelaka Academic Centre (TAC) dan pimpinan Bank BNI wilayah Suluttenggo dan Maluku, Haris Handoko.

Baca juga:   Ketua DPR RI Minta Telkom Group Waspadai Lonjakan Trafik Komunikasi di Hari Raya Idul Fitri

Hadir pula Walikota Manado periode 2000-2005 Wempie Frederik didampingi isteri, pengurus KNPI provinsi, kabupaten dan kota serta puluhan wartawan.

(***/Robby Kumaat Mononimbar)

Bagikan Artikel